Book Job Moment Writing

10 Books I have To Read in 2018

07/01/2018

Tahun 2017 gue akuin gue kurang produktif soal baca. Dikit banget buku yang berhasil gue selesaiin. Bahkan ada buku yang gue baca ulang deh kayanya. Plus ngelanjutin dikit IQ84-nya Haruki Murakami yang nggak kelar-kelar gue baca dan hingga sudah berganti tahun begini belum juga kelar ternyata itu buku gue baca. Oh, ya di tahun 2017 lalu gue kelarin baca supernova yang pertama. Karena memang gue baca Supernova ngacak. Dan di buku pertama itu gue temukan pelajaran yang sangat gue ingat hingga sekarang. Pelajaran ikhlas melepaskan. Seperti yang Arwin (bener nggak namanya?) lakuin saat dia tau Rana selingkuh sama Fere. Di situ Arwin beneran udah siap melepaskan Rana. Siap kehilangan karena dia merasa melihat Rana bahagia akan bikin dia bahagia juga. Dan di saat kesiapannya melepaskan Rana malah balik memilih untuk tetap bersama Arwin. Yang terhebat memang bukan mereka yang berjuang mendapatkan apa yang diinginkan. Yang terhebat justru dia yang berbesar hati melepaskan. Mungkin ini pelajaran yang akan jadi pengangan gue di tahun ini.

Anyway, lanjut lagi soal buku. Karena di tahun 2017 kemarin gue merasa bersalah dengan tidak membaca banyak buku dan menyia-nyiakan tumpukan buku yang ada di rumah. Di tahun ini gue sudah membuat list buku yang harus gue selesaikan dan ambil pelajaran agar bis amenjadi lebih baik ke depannya. Langsung aja simak listnya.

1. So Much I Want to Tell You (Anna Akana)

Alasan pertama adalah karena ini bukunya Anna Akana. Salah satu kreator di YouTube, komika juga, dan dia juga aktris. Konten yang dia buat di YouTube sangat-sangat bagus. Nggak cuma menghibur tapi ada valuenya juga karena dia menyampaikan beberapa pesan motivational yang dibungkus dalam sketsa. Buku ini terbit tahun 2017 dan isinya adalah tentang pesan personal yang ingin Anna sampaikan buat saudara perempuannya yang bunuh diri tahun 2007. Dari beberapa review buku kelihatannya bagus dan menyentuh. Apalagi ditulis sama Anna Akana. Jadi, nggak ada alasan untuk nggak memasukkannya dalam daftar baca tahun ini.

2. The Subtle Art of Not Giving a F*ck  (Mark Manson)

Mulai dari anak influencer, vlogger, blogger, merekomendasikan buku ini di media sosial mereka. Buku motivasi yang katanya bagus sekali untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dan gue penasaran apa isinya. Apakah akan bisa gue terapkan juga di kehidupan gue nanti? Seberapa bergunakah konten dalam buku ini buat gue. We’ll see ya setelah gue ikutan baca bukunya.

3. Turtles All the Way Down (John Green)

Simple, because it’s John green’s book. Dari yang udah-udah gue baca selalu gue dibuat belajar sesuatu dari ceritanya. Semoga yang ini juga. Masih berkisar tentang pencarian kah?

4. Big Magic: Creative Living Beyond Fear (Elizabeth Gilbert)

Salah satu temen gue merekomendasikan buku ini agar bisa membangkitkan motivasi untuk menulis. Mendorong keinginan dan semangat untuk tidak takut menulis jelek dan lebih berani menyelesaikan tulisan terutama tulisan yang kita sukai dan ingin kita baca. Yah, seperti yang Ernest Hamingway bilang. Draft pertama nggak perlu sempurna tapi dia hanya perlu terselesaikan. Gue belum tahu full isinya seperti apa yang disampaikan di buku ini. We’ll see semoga sesuai dengan ekspektasi.

5. For Young Women Only – Shaunti Feldhahn

Lagi-lagi karena postingan instastory salah seorang teman, gue tergoda untuk membaca buku ini. Dia bilang sangat menarik dan akan banyak ber’oh’ sepanjang membaca buku ini. Wow… Bikin gue makin penasaran kan jadinya. Anyway, temen gue bilang ini buku cocok banget buat mereka yang udah nikah. Tapi, kan nggak ada salahnya dong kalau gue ingin baca juga. Hehehehe…

6. Note to Self: Connor Franta

One of my favorite YouTube Creator. Gue pernah sedikit ngintip di tokobuku isi bukunya seperti apa. It’s all about something personal yang mungkin juga bisa diterapkan di kehidupan sehar-hari sebagai bahan pembelajaran. dan kelihatannya sebagian besar YouTube Creator Internasional bikin buku yang isinya tentang motivational dan sangat personal kaya ini. Waktu pertama gue baca bukunya Marcus Butler pun seperti itu. Isinya full of his story dan sangat deep juga personal. Penyampaian ceritanya cukup oke. Hanya saja tiap kreator punya khasnya sendiri dalam menyampaikan sesuatu. I guess Connor akan lebih lembut ya.

7.This Modern Love (Will Darbyshire)

Duh, ini buku yang nulis cakep banget dan sayang banget sama pacarnya. Will Darbyshire adalah salah satu vlogger gengannya Jacksgap yang gue suka banget karena di channelnya dia banyak banget video artsy yang berbau kehidupan sehari-hari berbalut puisi. Di video-videonya Will juga kadang ngomongin permasalahan yang biasa kita hadapi dari mulai hidup, cinta, dan lainnya. Udah gitu hubungan dia dengan Arden Rose yang juga vlogger masa kini bikin gue sayang sama mereka. Padahal kenal juga nggak. Tapi berasa deket. Hehehe. I hope This Modern Love will be great kayak gue terpana tiap nonton videonya Will di YouTube.

8.Memories (Lang Leav)

Buku yang udah cukup populer dan lama beredar di pasaran. Banyak yang suka karena puisi-puisinya manis, relate sama banyak orang, dan menyentuh. Gue mau baca lebih dalam buku ini dan kalo bisa menginterpretasi kaya tugas kelas sastra di jaman kuliah dulu.

9.Powerful: Building a Culture of Freedom and Responsibility (Patty McCord) 

Simply because it’s written by one of Netflix creator dan gue penasaran juga sama sistemnya netflix membangun platform termasuk juga develop story di dalamnya. Btw, ini buku baru terbit di awal tahun 2018 ini loh.

10.The Happiness Project (Gretchen Rubin)

Banyak juga yang udah baca buku ini dan rekomendasiin bahwa buku ini positif dan bagus. Semoga setelah baca buku ini gue bisa ikutan Happy juga yah.

Itu tadi 10 list buku yang pengin banget gue kelarin selama setahun ini. Satu hal yang pasti dan gue niatkan agar bisa tercapai adalah agar gue bisa meningkatkan kualitas pengetahuan gue dan juga kemampuan gue menulis. Gue ingin menulis lebih banyak lagi di tahun ini. Dan pelumas yang paling ampuh untuk bisa mendorong hal itu tercapai hanyalah dengan membaca buku lebih banyak lagi juga. Adalah hal yang tidak mungkin ketika kita ingin menyelesaikan tulisan tanpa membaca lebih banyak buku. So what’s your list? Share to  me, guys.

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply