Daily

Dear World, What’s Happening?

23/07/2017

Ini bulan Juli, rintik hujan masih menyirami dengan deras setiap sudut jalan. Matahari masih berperan setiap pagi, tapi hidup makin berubah. Apakah ini cara dunia berbicara. Banyak masalah bermunculan. Kesopanan kini menjadi hal yang mahal. Kepedulian bukan lagi hinggap di hati semua orang. Kejujuran bukan lagi hal yang berharga. Dan kenyataan pahit adalah makan sehari-hari.

Hah… Ingin berteriak lelah tapi hari harus diperjuangkan. Untuk selesai di garis finish yang tak terlihat. Lihat ke kiri ke kanan semua berteriak dalam diam akan masalah masing-masing. Hilang arah dan putus asa, bukan hal yang langka lagi. Yang diam justru yang paling kencang berteriak dalam hatinya. Yang menyerang kadang merasa menang, tapi itu bukan satu-satunya jalan untuk menyelesaikan. Dewasa kini, dunia pun mungkin tidak mengerti, apa arti dari semua hal yang terjadi di sekelilingnya. Kadang airmata dan marah bukan lagi hal yang pantas untuk membuatnya selesai. Bumi berputar, waktu berjalan. Kata tak terbendung. Masalah bergulir satu-satu. Bukan yang terberat, tapi bukan juga yang tak mungkin diselesaikan. Semua saling menguatkan. Dalam masalah yang berbeda. Cara menghadapi yang juga tak sama.

Ah, rasanya menjadi anak-anak lebih menyenangkan ketimbang dewasa. Yang dipikirkan hanya sebatas kapan waktunya makan dan bermain bersama teman. Menangis ketika meminta sesuatu jadi jalan keluar. Sementara air mata dewasa tak berarti untuk melunturkan masalah. Tegar. Semua akan baik-baik saja. Bukan kata-kata itu yang akan membantu menjadi amunisi untuk kuat karena pada kenyataannya hal itu hanya ilusi belaka. Tegar dan tetap kuat. Berserah dengan pemilik segala. Tak ada masalah yang bergulir tanpa solusi. Semua menenggak kopi pahitnya masing-masing. Meski sulit mencari rasa manis di antara getirnya, tapi bukan berarti tak ada. Nikmati cangkir kopi itu sampai habis. Di tengah hujan yang mungkin akan menyambut hadirnya warna-warni pelangi.

Mendewasa itu belajar. Bukan hal yang instan. Ditempa akan membuat semakin kuat. Air hujan jatuh juga bukan sia-sia. Ada bibit baru yang tumbuh setelahnya. Nikmati sensasi sakit dan makna jatuh, seperti daun yang rela gugur untuk tunas baru. Karena tak ada satu pun yang terjadi sia-sia. Semua akan ada waktunya. Semua akan ada jawabannya. Waktu yang akan menjawab semua.

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply