Daily

KEMARIN

28/02/2013

Kemarin. Di gerbong itu. Senja menyapu langit. Lelah merangkak ke seluruh tubuhku. Namun, segera hilang ketika kusadari sosoknya berdiri di sampingku.
Kemarin. Tak pernah kusangka sebelumnya. Dia yang dulu sering menyita pandanganku saat fajar menyapa kini muncul lagi dalam balut senja.
Kemarin. Debar jantungku tak bisa kukuasai. Ulas senyum gembira tak dapat kusembunyikan. Dia yang sering ku lihat membaca buku di dalam kereta sepanjang perjalanan menuju Depok, sore itu berdiri tepat di sebelahku dengan earphone terpasang di telinganya dan kacamata minusnya dibiarkan bertengger di atas kepala seakan hanya sebuah aksesoris. Kemeja merah. Ya, masih lekat dalam ingatanku apa yang dia kenakan sore itu. Seandainya aku bisa menghentikan waktu inginku memperlambat semuanya. Sayangnya perjalanan Manggarai-Bekasi tak begitu lama. Kini aku duduk di salah satu gerbong kereta melewati perjalanan yang sama. Namun, tak kutemui sosok yang kutemui KEMARIN.

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply