Job Korea series Moment Songs

Kupatah Hati Lalu Ku Jadi Army

26/12/2017

Jungkook di MV DNA

Judul postingan ini mungkin semacam judul FTV. Bukan ingin mendramatisir tapi hanya ingin berbagi cerita sedikit. Tentang sesuatu yang beberapa minggu ini muncul di timeline Twitter bahkan instagram story gue. Gue salah satu penyuka hal-hal yang berbau Korea, terutama cerita di beberapa drama. Namun, gue bukan fans Kpop yang mengidolakan salah satu Girlband atau Boyband. Bukan karena nggak suka, cuma emang gue bukan orang cepat menghapal wajah-wajah membernya. Alhasil kalau pun gue tau itu juga tertentu aja. Suju pun gue nggak gue hapan personelnya kecuali Siwon. Shinee juga gue suka dari awal mereka debut karena lagunya bagus dan bias gue Onew di grup itu. Namun, sekali lagi gue nggak mengikuti detil perkembangannya. Hanya sebatas suka, tau lagunya, udah itu aja. Itu pun kebanyakan lagu yang gue suka adalah lagu-lagu yang jadi soundtrack drama yang lagi gue tonton.

Oke, segitu cukup yah buat jadi background tentang kegemaran gue soal Korea. Biar nggak berbelit-belit dan akhirnya jadi missleading, gue mau cerita langsung deh nih kenapa tiba-tiba gue bisa akhirnya kepincut sama satu boyband Korea. Bahkan bisa dibilang saat ini gue jadi beneran macam Kpopers Newbie yang lagi semangat-semangatnya itu nyari tau tentang idolnya, denger lagu berkali-kali, nonton MV ratusan kali sampai nggak bosen-bosen, plus spesial download aplikasi di mana bisa menemukan konten video mereka lebih banyak lagi. Nah, udah resmi deh tuh kan gue jadi Kpopers beneran.

Semua berawal dari AMA (American Music Awards) 2017 yang diselenggarain tanggal 19 November 2017. Suatu ketidaksengajaan gue melihat Ansel Elgort memposting satu foto di Twitternya bersama pacarnya dan personel BTS di acara itu. Di situ gue lihat sekilas dan mata gue langsung tertambat tiba-tiba ke sosok yang duduk paling ujung dan saat itu lagi ngemil, entah ngemil apa. Saat itu pula gue langsung menanyakan siapa gerangan itu cowok gemes di ujung dalam foto itu kepada salah satu temen gue yang ngefans sama BTS. Dia bilang “Bener-bener kamu ya tau aja yang bening-bening. Dia Jungkook, member paling kecil tapi multitalenta.” Langsung kan ketika mendapat respons seperti itu naluri kepo gue bekerja. Gue tontonin itu video-video mereka yang ada di YouTube. Saat itu masih sebatas itu saja. Kagum sebentar dan gue memang menahan biar nggak kebablasan. Soalnya gue tau banget gimana nggak enaknya jadi fangirl. Lelah hati ya kan bisa melihat tak bisa memiliki. Cuma bisa meleleh aja dalam hati tiap nontonin video dan liat gambar-gambar di dunia maya.

source: Twitter @Anselelgort

Gue kira akan sampai di situ gue tau soal BTS. Dan hapal muka personelnya ya cuma taunya Jungkook aja. Sementara yang lain gue yakin akan sulit bagi gue untuk menghapalnya satu-satu. Apalagi kalo mereka udah dalam formasi dance atau ganti gaya rambut dan warna rambutnya yang beda-beda tiap video. Sampai akhirnya datang suatu ketika teman kantor gue ikut meracun mulai menggemari grup yang isinya 7 orang dedek-dedek gemes ini. Satu persatu gue dicekokin dengan segudang konten BTS. Hingga lambat laun gue jadi ikutan kaya dia nontonin satu persatu, bahkan gue mulai menghapal wajah-wajah membernya. Yang semula satu-satunya member yang gue hapal mukanya adalah Jeon Jungkook. Kegiatan menonton video, melihat-lihat foto di instagram, menerima update dari rekan-rekan Army sekitar tentang BTS akhirnya lambat laun gue ikutan jadi Army. Gue mulai hapal muka masing-masing mermbernya ketujuh-tujuhnya, nggak cuma Jungkook aja. Gue mulai belajar mengenal suaranya yang mana pada akhirnya gue memutuskan ketika dengar suara mereka tanpa lihat video klipnya, gue suka suaranya V, yang berat-berat seksi itu. Beklah iya gue tau ini bias gue semua ada di maknae line semua. Hahahaha…. Tuh satu bukti lagi ilmu yang gue dapet dari temen gue tentang maknae dan hyung line yang ada di setiap boyband Korea. Si kakak-kakak tertua disebut Hyungline dan si dedek-dedek muda disebutnya Maknaeline.

Oke sampai di sini pasti akan muncul pertanyaan. Apa hubungannya gue akhirnya jadi Army (sebutan fans BTS) dengan patah hati? Begini teman-teman… Jadi, ya beberapa bulan terakhir ini sungguh banyak problematika hidup yang gue hadapi. Mulai dari masalah pekerjaan, relasi pertemanan, hingga masalah hati yang menyimpan rasa hingga berujung patah hati lagi untuk kesekian kalinya. Hal-hal tersebut tentunya bikin mumet bukan kepalang. Setiap hari bawaanya sedih mulu. Kok hidup gue begini banget. Gue pengin bahagia gimana caranya. Gue pengin lari namun tak bisa. Nah, dari pada gue melakukan hal-hal yang aneh-aneh. Akhirnya gue menemukan cara untuk bisa mengalihkan perhatian gue sejenak. Kalo tiap badmood dan feeling uninspired gue kudu terbang ke Korea untuk refreshing kan agak nggak mungkin juga ya. Biayanya mahal ugak. Jadilah gue coba mencari hiburan melalui BTS ini. Sungguh di luar dugaan apa yang kini sedang menimpa gue yakni kecanduan boyband Korea, cukup bisa menjadi remedy. Menjadi pengalih perhatian. Dan sekaligus pemicu semangat. Plus juga asupan ide untuk gue lebih kreatif lagi. Karena apa? Dengan mengikuti variety show mereka, nontonin video-video mereka, gue bisa belajar sambil cari tau juga apa sih yang bikin mereka semenarik itu. Bisa jadi pelumas untuk gue juga tetep kreatif dan cari ide segar lain buat diaplikasikan di profesi gue. Ya walaupun porsinya lebih banyak gue menikmati konten dan aksi-aksi mereka aja yang bikin gemes sih.

Jungkook dan V di MV DNA

Nah, itu segelintir perjalanan gue yang akhirnya menjadi Army dari BTS dengan biar Vkook (V dan Jungkook). Dari cerita tersebut gue juga ingin menyampaikan bahwa menjadi fans Kpop itu nggak negatif seperti banyak yang orang bilang dan mandang sebelah mata kepada fans-fans Kpop. Banyak yang bilang nggak ada manfaatnya punya idola dan lainnya. Dibilang berlebihan dan sebagainya. Tapi, coba deh geser dikit pandangannya bahwa ketika seseorang punya passion atau kegemaran tertentu hal itu mungkin bisa jadi inspirasi buat mereka. Bisa jadi penyulut semangat dan lainnya yang menggiring ke hal positif. Dan gue sendiri menikmati hal tersebut. Hal lain yang bisa gue dapetin adalah relasi gue dengan beberapa teman juga jadi lebih erat dan baik. Nggak melulu curhat soal masalah tapi justru kita ngobrol hal-hal yang bikin hepi terkait idol-idol ini.

Jadi, segini dulu yah cerita soal apa yang gue lakukan akhir-akhir ini untuk mengobati dan mengalihkan perhatian gue dari masalah-masalah yang bikin gue pusing beberapa waktu terakhir ini. Sampai ketemu di postingan berikutnya yang mungkin saja tentang BTS lagi atau tentang hal lainnya.

 

 

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply