Daily

Naskah atau Novel? Penulis atau Bakal Penulis?

21/02/2013

Ketika gue mulai menggerakan jari-jemari gue di atas keyboard komputer, belum tentu gue mulai menulis.
Ketika gue menuangkan semua ide yang ada di kepala gue, belum tentu gue merangkai kata menjadi sebuah cerita.
Ketika gue sudah berhasil menyulam ide dengan rangkaian kata dan kalimat-kalimat yang mengalir, belum tentu gue sedang membuat sebuah novel.

Ya, menurut gue terlalu prematur menyebut sebuah draft naskah puluhan atau ratusan halaman yang baru saja kita ketik di dalam jendela microsoft word sebagai sebuah novel. Memang bukan sebuah dosa tapi alangkah lebih baik dan enak didengar ketika rangkaian cerita yang sudah tersusun dalam beberapa bab itu kita sebut sebagai naskah. Buat gue, yang mungkin bisa dibilang sok tahu dalam bidang penulisan, ratusan halaman tulisan yang terdiri dari rangkaian adegan itu akan tetap disebut sebagai sebuah naskah sebelum data itu lolos di penerbit dan melewati proses editing sampai akhirnya keluar dalam bentuk buku cetak. Nah, ketika naskah itu sudah melalui proses-proses tersebut barulah naskah itu layak disebut sebagai sebuah novel. Entah para penulis atau kreator-kreator yang ada di dunia ini akan menyetujui pendapat gue atau ngga.

Nah, kelar unek-unek gue tentang penggunaan istilah naskah dan novel, sekarang gue mau menuangkan pendapat gue mengenai penggunaan istilah PENULIS dan BAKAL PENULIS.

Setelah naskah gue dinyatakan diterima oleh penerbit hingga naskah gue naik cetak, gue sampe sekarang enggan menyebut diri gue sebagai seorang penulis. Ya, gue enggan, gue risih, dan merasa belum pantas mendapat julukan itu. Gue masih bakal penulis. Baru satu novel yang akan keluar masa gue berani-beraninya menyebut diri gue sebagai penulis? Gue belum jadi apa-apa dan bukan siapa-siapa. Mungkin suatu saat nanti ketika tulisan-tulisan gue sudah banyak yang berubah wujud jadi novel barulah gue bisa dengan bangga mengakui diri gue sebagai seorang penulis novel.

So, that’s all my opinion. Setuju atau nggak setuju itu terserah masing-masing individu. Ini hanya iseng-isengnya gue menuangkan pandangan gue tentang istilah-istilah itu. So you guys actually have your own perception. It’s free.

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply