Daily

Proses

01/11/2012

Hallo!
Akhirnya proses Editing novel pertama gw kelar juga setelah berbulan-bulan gw mengikuti alurnya dan sekarang gw bisa menghela napas lega.
Gw masih ingat sore itu ketika gw nekat menyerahkan naskah gw ke tim publisher saat gw mengikuti workshop penulisan dari Salman Aristo di Grand Indonesia.
Sore itu gw nggak berharap banyak dengan naskah yang gw bawa. Rasa syukur gw sudah meluap ketika akhirnya gw bisa ketemu Mas Salman Aristo dan mengikuti workshopnya beliau, salah satu penulis skenario yang sangat gw kagumi sejak beliau nulis “Catatan Akhir Sekolah”.
Dua hari setelah acara itu gw dapet sms dari Mbak Gina (plotpoint) yang tak lain dan tak bukan adalah penulis skenario sekaligus istrinya Mas Aris. Mbak Gina minta gw untk mengirimkan sinopsis dari naskah yang gw serahin saat workshop itu. Entah meman udah alurnya memang begitu atau emang hanya kebetulan aja, saat gw nerima sms Mbak Gina, posisi gw lagi di dalam salah satu studio bioskop sendirian menikmati film “Sang Penari”. Lagi-lagi ada satu benang merah di dalam moment itu karena salah satu penulis skrip film “Sang Penari” itu adalah Mas Aris.
Kalau ini hanya kebetulan. Ini adalah kebetulan yang luar biasa.
Dua bulan setelah gw kirimkan sinopsis naskah gw, gw nggak dengar kelanjutan nasib naskah gw itu. Akhirnya karena penasaran gw nanya kabar naskah gw itu ke redaksi. Respon dari redaksi cepat sekali. Sore itu gw langsung dapat email balasan yang menyatakan bahwa mereka tertarik dengan naskah gw. Girangnya luar biasa. Selanjutnya gw diminta ketemu Mbak Gina di kantornya untuk membicarakan naskah gw. Masih ada beberapa hal yang diperbaiki dari naskah gw. Alhasil, gw harus merombak ulang naskah gw itu dalam waktu satu setengah bulan.
Masih lekat di ingatan gw saat gw mendapatkan tantangan itu gw sedang pusing-pusingnya ngerjain revisi BAB 2 skripsi. Tapi, gw bertekad dua deadline itu harus bisa gw capai demi cita-cita gw. Selama pengerjaan draft naskah gw itu Mbak Gina selalu membimbing gw dengan kesabaran yang luar biasa. Hehhehe maklum, gw memang kadang lemotnya keterlaluan.

Proses editing naskah gw berlangsung lama sampai sempet mengalami pergantian editor. Gw sempat minder sendiri apa naskah gw sangat bermasalah ya sampai harus ganti editor? Demi apa pun gw ngerasa nggak enak sama Mbak Gina karena beliau jadi repot sama naskah gw. Dengan editor gw pun demikian, Mas Em juga sudah bekerja keras ngedit naskah gw. Dan editor gw berikutnya juga bukan orang sembarangan di dunia perbukuan. Nggak tanggung-tanggung, gw dapet editor yang kedua ini adalah Mbak Donna, editor dari Gramedia. Gimana gw nggak jiper? Pengerjaan naskah gw didampingin oleh orang-orang hebat macam mereka.

Sekarang gw hanya menunggu waktu dan kabar selanjutnya. Gw sudah melewati proses awal yang menyenangkan, menegangkan, dan memberikan pelajaran berharga untuk langkah gw selanjutnya meraih cita-cita menjadi seorang penulis.

Bagaimana nasib novel gw nanti setelah terbit gw pasrahkan sama Yang di atas. Allah always gives me the best.

20121101-123553.jpg

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply