Holiday Memory Moment

Rindu Dewata (Part 2)

07/02/2013

Lanjuuuuttt yukkkk!

Nggak banyak yang bisa gue ceritakan dari kunjungan kami ke Tanah Lot. Di sana kita cuma liat laut, Pura, dan foto-foto. Tapi, sebelum kami pulang gue sempet berhenti di tukang tatoo temporary untuk bikin Tatoo di tangan gue. Jelaslah ya tatoo apa yang gue buat. Apalagi kalau bukan nama Mischa yang gue ukir di tangan gue. hehehehe.

Balik dari Tanah Lot kami masih bisa siap-siap ganti baju untuk menikmati sunset di Kuta. Akhirnya kesampean juga bisa liat Sunset di sana. Walaupun sore itu gue rasa sunsetnya kurang bagus. Cahaya mataharinya buyar nggak seperti kuning telur bebek yang terang. Debur ombak, semilir angin, pemandangan bule-bule yang berselancar ria di laut begitu menenangkan hati.

Ketika hari mulai gelap, kami pun pulang ke penginapan dan kembali keluar saat makan malam. Lagi dan lagi nasi pedas Ibu Andika menjadi sasaran.

Sisa hari kami di Bali tinggal satu hari lagi. Hari terakhir kami mengambil pesanan Pia legong dan sorenya kami ke Dreamland. Pantai itu ombaknya besar dan indah. Sunsetnya pun lebih indah dibandingkan Kuta. Sayangnya di sana terlalu ramai orang. Ya namanya juga pantai nggak mungkin sepi ya. Hehehehe. Sore itu adalah senja terakhir kami di Bali. Malam jam tujuh kami sudah pulang ke penginapan lagi untuk mengembalikan motor dan mengambil barang sebelum akhirnya liburan kami benar-benar berakhir.

Kecemasan begitu merajai kami ketika mengembalikan motor sewaan itu. Takut kenapa-kenapa dan dimintai ganti rugi akibat kecelakaan dalam perjalanan ke Besakih. Tapi, untungnya semua berjalan dengan lancar. Motor itu akhirnya kembali kepada pemiliknya dengan selamat dan kami pun pamit pulang kepada pemilik homestay. Taksi yang membawa kami ke bandara Ngurah Rai malam itu membantu kami melangkah mengucapkan selamat tinggal pada setiap sudut pulau Bali yang begitu indah dan penuh kejutan. Penerbangan terakhir malam itu menjadi pilihan kami sejak lama. Bandara mulai sepi, gue pun terlelap sepanjang perjalanan pulang di pesawat, membawa segenap kenangan akan keindahan liburan yang baru saja gue dan Nuny lalui.

Bali membantu gue menghapus masalah yang sebelumnya terjadi saat gue masih di Jakarta. Dan ketika gue kembali ke Jakarta semuanya gue lupakan begitu saja. Kenangan tentang Bali lebih berharga dan indah ketimbang dia yang memberi gue luka.

See You Soon Bali! Ich vermisse dich sehr!

Image

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply