Review

Sesuatu yang (seharusnya) diungkapkan

07/09/2015

Salah seorang kawan terus menerus bertanya beberapa bulan terakhir akan sebuah balasan rasa yang masih abu-abu. Pertanyaan berputar setiap hari tentang terbalaskah perasaannya, tentang adakah dia di hati dan pikiran sasaran hatinya? Namun, bertanya pada yang awam tak akan pernah tepat jawabannya. Satu yang pasti yang harus dilakukan hanya bertanya kepada objek rasa itu datang. Tanpa itu, pertanyaan akan berputar tanpa henti.

Ada kalanya ketika hati tak sanggup lagi memendam, tumpah ruah kata dan rasa itu menjadi hal yang di luar dugaan. Hingga resiko tak lagi menjadi bahan pertimbangan. Yang diinginkan hanya satu, “Dia”. Merasakan sesuatu yang berbeda dan mengharapkan balasan yang hampir sama tentu adalah hal lumrah dalam hidup. Namun, seperti yang kita semua tahu, kadang harapan tak seindah kenyataan. Menebak-nebak hasil bukan lagi jalan keluar. Efek berikutnya tak bisa dialihkan. Butuh waktu. Butuh tenaga. Butuh kemampuan yang lebih banyak untuk menyingkirkan bayang dan kenangan yang ada.

Setelah diungkapkan ternyata hal yang muncul adalah sesuatu yang lebih sulit lagi. Menghindari rasa sakit. Bukan hal yang mudah. Tapi, ketika sudah berani ada di satu titik keharusan mengungkapkan semua, itu sudah lebih dari cukup. Sungguh saya salut dengan yang telah dia lakukan. Berani mengatakan dengan tanpa peduli jawaban yang akan keluar adalah sebuah pencapaian besar. Dan hingga saat ini saya belum mampu sampai pada titik itu. Dan lebih memilih membiarkan rasa itu gugur perlahan dalam sebuah ketidakpastian dan kehilangan semu yang tanpa perjuangan. Terlalu takut dengan akhir yang menyakitkan kemudian memilih berdiri terus di tempat yang sama tanpa mengerti lagi apa yang akan terjadi jika satu langkah diambil. Belum saatnya. Itu terus yang selalu ditekankan. Belum siap kehilangan, alasan klise itu lagi yang menjadi tameng ketakutan.

Teruntuk kawanku… Selamat kawan, meski sedih tak berujung yang kini kamu rasakan. Setidaknya kamu harus bisa bangga pada dirimu sendiri, satu langkah yang kamu ambil dengan penuh keberanian. Meski harus merasa kehilangan.

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply