Yang (belum) Terelakan

16/04/2014

Ada yang berjalan tertatih menghampirinya.
Ada yang berlari demi melihat wajahnya.
Ada pula yang menangisi dirinya dalam diam.
Dan di suatu sisi ada juga yang berdiam diri menunggunya.
Bukan salah takdir dia terlahir sempurna.
Bukan salah dirinya dia memilih yang dianggap pantas.

Di luar sana ribuan hati tergores karena kebersamaan mereka.
Di luar sana ribuan senyum getir merekah.
Di luar sana ada usaha yang terhenti tiba-tiba.
Di luar sana ada harap yang lenyap bak abu di udara.

Dia melangkah, bersama yang terpilih di sampingnya.
Menorehkan arus luka berjalan beriringan dengan cinta.
Senyumnya kini tertuju padanya.
Pandangan matanya cerah bak pelita.

Yang bisa pecintanya lakukan hanya berdoa.
Melepas langkahnya semoga bahagia.
Dan melebur satu-satu dalam sebuah masa.
Belajar mengeja satu kata R.E.L.A…

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply