Setiap hari kita punya waktu 24 jam untuk bisa melakukan semua hal yang perlu kita lakukan. Tapi, aku nggak pernah memetakan berapa besar energy dan waktu yang aku perlukan untuk satu kegiatan. Untuk memberikan fokus lebih besar. Semua dilakukan dengan sebagaimana mestinya setiap hari.
Ibadah, menyelesaikan pekerjaan, bersosialisasi, cek social media, dan mungkin menghabiskan waktu di jalan Jakarta yang nggak pernah terprediksi trafficnya.
Banyak yang bilang, beberapa kegiatan yang kita anggap simple bisa menjadi menghancurkan diri kita sendiri. Salah satunya adalah scrolling social media tanpa mengenal waktu. Konten yang kita konsumsi tanpa kita sadari bisa mempengaruhi kadar dopamin sementara di tubuh kita. Dan itu nggak bagus untuk jangka panjang.
Aku mulai tertampar ketika aku melihat laporan jumlah screentime rata-rata yang aku habiskan dalam 1 minggu mencapai 9 jam perhari.
Ini udah nggak bener!

Coba, bayangin berapa banyak hal yang bisa aku selesaikan dengan 10 jam perhari kalau lepas dari handphone? Banyak sekali! Tapi, saat itu aku terjebak dalam temporary dopamine yang bikin aku stuck dan anxiety. Memang benar aku mengerjakan beberapa editing video di handphone tersebut. Tapi, seharusnya masih bisa dikurangi screentimenya agar tidak sebanyak ini.
Realitanya semua ini mempengaruhi banyak hal di dalam diriku. Pertama, yang paling menonjol adalah gelisah. Bahkan aku nggak tau konten apa aja yang aku konsumsi yang benar-benar berguna untuk diriku. Kedua, fokusku kadang teralihkan karena terlalu banyak distraksi dalam satu kesempatan surfing di handphone. Ini nggak bagus untuk kondisi otakku ke depannya.
BRAIN ROT!
Ini beneran bahaya. Dan sekarang apa yang akan aku lakukan untuk mengurangi ini? Aku mengisolasi diriku sendiri dari banyak distraksi.
- Menentukan priotitas utama kegiatan setiap harinya dengan membuat to do list di malam sebelumnya
- Mengurangi frekuensi membuka hape kecuali yang penting
- Banyakin waktu untuk membaca buku. Even itu adalah novel. It’s okay. Karena dengan membaca, fokus yang tadinya hanya bisa beberapa detik bisa berubah lebih panjang.
- Belajar bahasa asing lagi.
- Menonton film tanpa subtitle untuk bisa menangkap dan melatih otak menangkap pesan dari karakter yang bicaranya bukan menggunakan bahasa Indonesia.
- Dan menulis kembali…
Energyku selama ini banyak tersita dalam distraksi yang tidak perlu. Melihat terlalu banyak kehidupan orang lain ternyata menyita energy yang banyak. Dan seharusnya tidak perlu terlalu banyak investasi waktu dan energy di sana. Mereka punya kehidupan, mereka melakukan aksi untuk kehidupannya sendiri. Lalu kenapa aku harus memberikan energy untuk terlalu banyak menjadi penonton atau observant? Sementar hidupku sendiri masih perlu lebih banyak energy dan perhatian.
Karena hal ini, aku ada di sini lagi. Untuk memantau progressku selama 60 hari. Ini adalah hari kedua, aku check in di sini. Untuk bisa melihat diriku sendiri bergerak ke arah yang lebih baik.
Wish me luck! See you on the next day!


No Comments